... LEMBUTKAN HATIMU DENGAN MENGINGAT KEMATIAN ...
Sahabatku.. yang mengharap ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala,
Sesungguhnya kehidupan dunia ini adalah sebuah perjalanan panjang menuju negeri keabadian.
Semoga kita digolongkan ke dalam orang-orang yang sadar dan mengerti
harus bagaimana menjalani hidup ini agar terhindar dari kehidupan yang
sia-sia dan tanpa makna...
Perjalanan ke sebuah negeri yang tiada akhirnya.
Ingatlah... wahai sahabatku perbekalan yang terbaik adalah ketakwaan
kita (watazawwadu fainna khoirozzaaditta qwa) QS. 2:198. Yakni dengan
amal shaleh yang ikhlas dan mutaaba’ah (sesuai sunnah Rasulullah) yang
menyertaimu ketika meninggalkan dunia ini untuk menghadap Allah
Subhanahu wa Ta'ala dalam kematian yang pasti.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati….” (QS. Al-Imran :185)
Memang wahai sahabatku. Perjalanan ini adalah menuju akhirat. Suatu
perjalanan yang kita mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar
berakhir pada kenikmatan surga.
Bukan neraka. Karena keagungan perjalanan menuju hari akhir inilah Rasulullah bersabda:
“Seandainya kalian mengetahui apa yang kuketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Mutaffaqun ‘alaih)
maksudnya, jika kita mengetahui hakekat ajal yang akan menjemput kita
dan kedahsyatan alam kubur, kegelapan hari kiamat dan segala
kesedihannya, shirot (titian) dan segala rintangannya, surga dengan
segala kenikmatannya, niscaya akan memberikan motivasi kepada kita untuk
mengadakan perubahan.
Berubah dari kefasikan dan kekafiran
menjadi keimanan, dari kemunafikan menjadi istiqamah, dari keraguan
menjadi keyakinan, dari kesombongan menjadi ketawadhu’an, dari rakus
menjadi rasa syukur dan sederhana, dari pemarah dan pendendam menjadi
kasih sayang dan memaafkan, dari kelicikan dan kesewenangan menjadi
kejujuran dan keadilan, dari kedustaan menjadi kebenaran.
Jadi, perubahan diri dari sifat dan watak syaithoni dan hewani, menjadi insan Islami harus segera di mulai.
Akan tetapi kita sering lupa atau berpura-pura lupa dengan perjalanan
panjang tersebut, bahkan malah memilih dunia dengan segala perangkatnya,
kemewahan, kecantikan, kekayaan, kedudukan yang semua nilainya disisi
Allah, tidak lebih dari sehelai sayap nyamuk!
Wahai yang tertipu oleh dunia…..!
Wahai yang sedang berpaling dari Allah…!
Wahai yang sedang lengah dari ketaatan kepada Rabb-nya…! Wahai yang nafsunya selalu menolak nasehat!!
Wahai yang selalu berangan-angan panjang!!!
Tidakkah engkau mengetahui bahwa kamu akan segera meninggalkan duniamu dan duniamu pula akan meninggalkanmu. .?
Mana rumahmu yang megah..? Mana pakaianmu yang indah..?
Mana aroma wewangianmu..? Mana para pembantu dan familimu..?
Mana wajahmu yang cantik dan tampan..?
Mana kulitmu yang halus..?
Mana….?! Mana….?!
Saat itu ulat dan cacing mengoyak-ngoyak dan mencerai-beraik an seluruh tubuhmu ….?!
Bersegeralah bersimpuh di hadapan Rabbul Jalil, Allah...
Lepaskan selimut kesombongan yang menghalangi dari rahmat dan maghfirah-Nya.
Kuberikan khabar gembira bagi yang berdosa, lalai dan berlebih-lebiha
n, agar segera berhenti dari perbuatan kemaksiatannya itu.
Sahabatku yang tercinta, siapakah diantara kita yang tak berdosa,
siapa diantara kita yang tidak bersalah kepada Tuhannya..?
Sama sekali tidak ada, seharipun kita tidak bisa seperti malaikat yang selalu taat dan tidak berbuat maksiat sedikitpun.
Datangilah masjid dan beribadahlah di dalamnya, tegakkanlah shalat lima
waktu, puasalah di bulan Ramadhan, tunaikan haji jika engkau telah
mampu, zakatilah harta dan jiwamu, bimbinglah anak-anakmu dengan
Al-Islam, jauhkan dirimu dan keluargamu dari bacaan porno.
Insyafilah semua dosa-dosa, serta ingatlah…. Pintu taubat masih terbuka
lebar untukmu, rahmat dan maghfirah Allah sangatlah luas, lebih luas
dari lautan dosa.
Ketahuilah bahwa Allah sangat senang dengan taubatmu.
Ingatlah firman Allah :
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan hatinya.”
Rasulullah menyampaikan satu nasehat yang mana satu nasehat ini cukup untuk menasehati setiap manusia:
“Cukuplah dengan adanya kematian sebagai nasehat (bagi kita).”
Sahabatku…., renungkanlah baik-baik risalah ini dengan pena kerinduan
dan tinta air mata. Kembalilah kepada Allah dan Rasul-Nya dengan manhaj
(cara) yang benar.
Kerjakanlah apa yang telah diperintahkan-N ya dan sekuat-kuatnya untuk menjauhi larangan-Nya.
Berusahalah untuk memelihara ketundukan, tawadhu’ dan syukur atas
nikmat-Nya yang akan mengajakmu menuju pintu ketenangan dan kebahagiaan.
Berhiaslah dengan amal shaleh dan keindahan akhlaqul karimah.
Semuanya akan mempertanggungj awabkan amalannya sendiri-sendiri , maka
beramal-lah!
Allah berfirman:
“Maka barangsiapa beramal seberat
biji sawi dari kebaikan, niscaya akan melihat ganjarannya. Dan
barangsiapa beramal seberat biji sawi dari kemaksiatan, niscaya akan
melihat siksanya.” (Az-Zalzalah: 7-8)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar